Author : Ghiendra_Res @agindraputrires
Title     : Candle Love 2
Genre  : Romance
Cast     : Baro, Gongchan, Sandeul, Jinyoung.
Other cast : Shin Min Gi, Park Ri Soo, (find it !)
Rating  : G/T
Length : Two Shoot
Disclaimer : Seluruh plot milikku. Kalau emang ada yang hampir sama dengan FF lain, itu nggak disengaja. Soalnya, ini murni buah otakku – -“
Note    : FF ini lanjutan dari FF ‘Candle Love’ nah, disini lebih dijelaskan hal-hal absurd di ff pertama. Di FF ini emang cerita sudah selesai. Tapi aku janji bakal kasih bonus. Yah, entah bagaimana bonusnya yang penting Happy Reading ~~

Candle Love 2
 Author POV
*Ngik Ngok Before*
Setelah, Shin Min Gi (resmi) menjadi kekasih Gongchan, dan sebuah pesan BBM dari Baro. Sekarang, Min Gi baru saja turun dari taksinya, Min Gi berlari ke arah pintu Lee Ahn Oo Café. Shin Min Gi mengintip ke arah seorang laki-laki yang duduk menyangga kepala. Min Gi mendekatinya, matanya masih memandang pria itu dengan lekat. Senyuman merekah di antara keduanya, saat saling bertatap mata.
 “Ada apa dan kenapa ?”Tanya Shin Min Gi duduk di sebelahnya,
“Tidak, aku hanya ingin tahu kabarmu.”Baro menyerutup kopinya,
“Hanya itu ?”Min Gi mengangkat alisnya, dia berpaling wajah ke arah lain, Baro lagi-lagi merebahkan kepalanya.
 “Tentu tidak, banyak yang mau kuceritakan.”Baro sepertinya ingin curhat, dia menyerutup kopinya lagi kini.
“Katakan saja”Min Gi mulai tertarik, dia duduk menatap Baro.
 “Aku hanya mau bilang satu huruf yaitu ‘A’”Baro menjawabnya dengan kalimat singkat yang membuat Min Gi sedikit sewot,
“Kalau begitu aku pergi.”Min Gi beranjak, Baro menahan tangan Min Gi. Min Gi yang kaget langsung memegang tangan Baro.
Gongchan POV
Ah, ah, tanganku melepuh sekarang, tapi aku bahagia, jadian dengan Min Gi itu keinginanku sejak dulu. Dialah yang terindah. Wajahnya yang tak asing membuat rasa cinta itu mudah saja tumbuh, yeah love sprout in my heart. BBM ? dari Baro ? apalagi kini ? Sebuah kecupan hangat di pipiku menjadi salam perpisahannya. Tapi tunggu, mau kemana Min Gi. Aku mengikutinya hingga di sini, di depan café. Aku tahu, Baro dan Shin Min Gi mau bertemu. Ha ? memegang tangan ? dan Min Gi membalasnya ? Ini sungguh keterlaluan, aku harus masuk, baru menjadi kekasihnya 30 menit, aku dapat merasakan cemburu yang tiada ujung. Baro, sahabat ngobrolku, dia perebut ! lihat saja di dorm apa yang akan kulakukan.
            Author POV
            Shin Min Gi berbalik dan duduk lagi, wajahnya kini merah, dia jelas malu.
            “Aku ingin bilang, ‘A’ Aku Mencintaimu !”Baro memegang tangan Shin Min Gi . Shin Min Gi menatap Baro lekat. Mata yang tulus terpancar jelas di mata Baro. Baro mengedipkan mata sejenak saat Shin Min Gi menatap matanya. ‘Ting ting ting’ suara tanda orang masuk terdengar. Gongchan masuk dengan kedua tangan yang menggengam. Tak peduli tangan kirinya melepuh karena lilin.
            “Hai !”sapa Gongchan tanpa terlihat cemburu, Min Gi cepat-cepat melepaskan tangan Baro. Min Gi menatap Gongchan penuh dengan rasa khawatir, takut kalau-kalau Gongchan marah karena cemburu.
            “Baro, tampaknya kau sedang menembak gadis ini.”terka Gongchan yang daritadi melihat Baro.
            “E, tidak.. ah, kau ini !”bantah Baro bohong. Min Gi yang posisinya terpojok oleh dua pria ini langsung menunduk.
            “Ah, iya ! aku pesan Moccacino dan kau Americano untuk hyung”Gongchan tidak sama seperti pria lainnya. Pria lain pasti akan marah dan mungkin berkelahi dengan Baro. Atau langsung meminta putus dengan Min Gi yang baru 30 menit jadi pacarnya. Min Gi beranjak, saat berjalan, Shin Min Gi menengok menatap Gongchan, Gongchan membalas tatapannya. Min Gi menggelengkan kepala, matanya berkaca-kaca.
            “Jangan lakukan itu. Demi aku”bisik Shin Min Gi.
            Shin Min Gi POV
Gongchan di sana. Ya dia disana. Baro masih menggenggam tanganku, setelah menyatakan cintanya. Gongchan, kumohon jangan marah pada Baro. Kumohon. Demi aku, jangan pernah ada permusuhan di antara kalian. Aku mencintaimu Gongchan. Aku ingin selamanya di hatimu. Sampai kapanpun. Kau ada di sini, di hatiku yang terdalam. Would you be mine forever ?
Americano dan Moccacino. Dua kopi yang paling kusuka, entah mengapa aku begitu cemas saat membuat kopi-kopi ini.
“Americano dan Moccacino…”aku sendiri yang mengantarkan kedua kopi itu. Sebenarnya bukan shiftku malam ini, tetapi Gongchan ingin aku yang melayani mereka.
“Duduklah Shin Min Gi”ajak Baro. Aku duduk dengan perasaan takkaruan, duduk satu sofa dengan Baro sedangkan Gongchan duduk di sofa yang berbeda. Aku dan Baro seperti orang yang sudah berpacaran. Tidak !. Kekasihku itu Gongchan, Maknae B1A4 yang imut. Gongchan terus memandangku yang duduk di samping Baro.
“Aku takkan melakukan sesuatu yang menyakitimu Gongchan. Aku janji.”aku ingin sekali mengatakannya.
“Karena bila menyakitimu. Aku ingkar janji pada lilin itu ! aku pengkhianat”. Baro mendekatiku, dia bergeser sedikit ke arahku.
“Maaf Oppa. Bisakah kau geser ke sana.”ucapku sopan saat dia mulai mendekatiku. Sebisa mungkin, aku menjaga perasaan Gongchan.
“Ah. Kau ini perempuan yang sopan. Dan juga begitu polos.”puji Baro sambil merubah posisi duduknya menyamping, tepat ke arahku.
Author POV
“Dia memang sopan. Sangat sopan.”Gongchan mulai terbakar api cemburu. Matanya tak bisa berhenti melihat gerak-gerik Baro. Baro akhirnya memutuskan untuk pergi karena telpon yang diterimanya. Kini tinggal, Gongchan dan Shin Min Gi.
“Kenapa kau tidak mengatakan kalau kita punya hubungan ?”Min Gi kini duduk satu sofa dengan Gongchan.
“Apa itu perlu ?”Gongchan balik nanya.
“Ya, agar dia tak mendekatiku.”Min Gi takut sekali Gongchan cemburu.
“Dia mencintaimu Shin Min Gi.”Gongchan memegang tangan Min Gi. Min Gi menggeleng, dia mulai mengeluarkan kristal air mata.
“Dan aku tak punya hak untuk mencegahnya.”lanjut Gongchan. Shin Min Gi benar-benar menangis sekarang. Gongchan hendak membelainya, tapi tidak jadi, dipandangnya tangan kiri yang melempuh saat hendak membelainya.
“Dia tulus mencintaimu. Dan aku tak punya hak untuk melarangnya. Semua orang berhak mencintaimu.”Gongchan membiarkan Shin Min Gi merebahkan tubuhnya ke bahu Gongchan.
“Aku ini pacarmu. Orang yang paling kau cinta ? Kenapa kau biarkan orang lain mencintaiku Gongchan. Hanya kau yang ada di hatiku.”protes Shin Min Gi.
Aku ini hanya sebuah ‘lilin’. Aku rela terbakar demi kau, aku rela melihatmu dengan Baro karena aku ini akan selalu menerangi hatimu. Tapi sekuat-kuatnya lilin, lilin juga akan padam. Tapi cintaku takkan padam walau sumbu di lilin sudah habis.”Gongchan memeluk Shin Min Gi.
“Maafkan aku Oppa.”hanya tiga kata yang bisa mewakili perasaan Min Gi saat ini.
“I Love U”kecupan di dahi Shin Min Gi membuat Min Gi lebih tenang.
“Cintailah aku seperti lilin. Tak peduli sesulit apapun kau bertahan di terpa angin. Kau harus tetap bertahan. Karena aku takkan mengecawakanmu.”Shin Min Gi mengusap air matanya.
Baro POV
Ah ! Sial. Gongchan datang saat itu. Kenapa ? kenapa ? aku hanya ingin menyatakan cintaku, tak ada niat lain. Lalu kenapa Gongchan seperti tau apa yang baru saja terjadi ? ‘ting ting ting’ seseorang terlebih dahulu membuka pintu saat aku ingin membukanya. Tatapanku tak bisa beralih dari orang yang membuka pintu itu. Seo Joo Na ?
“Kau !”kataku hampir bersamaan denganya.
“Pemilik Sprout dance ?”Seo Joo Na tampak terkejut. Ya, memang dia terkejut.
“Ya, dan kau ini, Seo Joo Na ?”tanyaku balik.
“Kebetulan sekali kita bertemu lagi.”dia akhirnya mengalah, melangkah keluar café.
“Mungkin bukan kebetulan. Tapi kau setiap malam ada di sini.”
“Hah ! Bukan urusanmu.”Seo Joo Na melangkah masuk. Sontak, aku langsung menahanya dengan menarik lenganya. Tangaku bergetar hebat sekarang. Dia menatapku heran.
“Hei ! Apa yang kau lakukan !”bentaknya melepaskan genggamanku. Aku hanya diam, tak percaya apa yang telah kulakukan. Seragam SMAnya menjelaskan dari SMA mana dia.
“Suncheon Isu Middle School ? Di sanakah kau sekolah ?”tanyaku melihat tulisan di lengan kirinya.
“Ya. Bukankah Maknaemu juga di sana ?”jawabnya sinis sambil masuk ke café. Sebuah telpon masuk, aku langsung mengangkatnya. Telpon dari Jinyoung.
“Pulanglah Hamster !!”bentak Jinyoung lembut.
—–
Author POV
Keesokan harinya.
‘Shin Min Gi ? Kau pasti marah saat aku bilang ‘A’ ! ’sebuah BBM masuk saat Min Gi hendak berangkat sekolah. ‘Maaf, mungkin aku tak bisa menjawabnya. Jadikanlah aku cukup fans beratmu ! yang beruntung di show itu. Sungguh. Takkan kulupakan kenangan itu !’ balas Min Gi lalu bergegas pergi.
Hari-hari ini Shin Min Gi sedang dapat Shift malam. Hampir satu minggi dia tidak tidur optimal. Tubuhnya lemas. Kepalanya pusing, dan tidak bisa konsentrasi belajar. Gongchan Shik yang berada di kelas 12 itu juga tampak memperhatikannya.
“Kau sakit ?”Gongchan memegang dahi Min Gi.
“Mungkin. Aku tak enak badan seminggu ini. Dari saat kau pergi ke café sudah tidak enak. Aku selalu dapat shift malam.”curhat Min Gi.
“Jangan bekerja lagi di kedai kopi Lee Ahn Oo !”perintah Gongchan yang kini keras.
“Lalu, darimana aku dapat uang ? aku tak mau bila dari kau.”Shin Min Gi memencet hidung Gongchan pelan.
“Siapa yang mau memberimu uang ? Aku tahu kau tak selemah itu. Tapi ingat ! kau harus makan !”jawab Gongchan tegas.
“Tidak makan juga tak apa. Melihatmu tersenyum sudah mengenyangkanku.”Shin Min Gi mengecup pipi Gongchan dan langsung kabur, takut dikecup juga.
“Hei ! kau curang. Aku satu, kau juga satu !”teriak Gongchan. Seorang perempuan berdiri di depan Gongchan. Wajahnya tampak sangar, rambutnya digelung.
“Gongchan Shik”ucapanya.
“Kau ? kenapa ?”Gongchan berdiri.
“Katakan pada Baro. Jangan ikuti aku lagi.”perempuan itu pergi.
“Kenapa Oenie itu ?”Min Gi mendekat.
“Dia bilang, Baro mengikutinya. Apa benar ?”Gongchan bingung sendiri.
“Ehm.. oh ya ? Bukankah dia kelas 12 D ?”Min Gi tampak mengenalnya.
“Aaa.. aku tahu ! dia itu Seo Joo Na”Gongchan kini paham ucapan Seo Joo Na.
“Tapi, apa mungkin Baro mengikutinya ?”kata Min Gi ragu.
“Iya, mungkin.”kecupan balasan Gongchan melayang di pipi Min Gi. Shin Min Gi sontak menatap Gongchan yang duduk di sebelahnya.
“Impas !”ucap mereka bersamaan.
—–
Di Dorm.
Gongchan POV
Baro di sana. Terduduk di hadapan Jinyoung. Seperti sedang persidangan saja, Sandeul duduk di sebelah Baro dan Shinwoo berdiri di sebelah Jinyoung. Lucu sekali drama mereka siang ini.
“Apa kau mau B1A4 dicap artis sensasi ?”Tanya Jinyoung. Ini tampaknya serius, dan bukan drama.
“Hei~ Jika tidak begitu, B1A4 tidak laku,”Sandeul tampaknya membela Baro.
“Tapi bukan begitu caranya.”Shinwoo angkat bicara.
“Hyung ?”aku menyela. Mereka semua menatapku. Sebuah Koran di genggaman Jinyoung mengalihkan perhatianku.
“Kau sudah pulang ? duduklah.”sapa Jinyoung ramah.
“Ada apa ini hyung ?”tanyaku serambi duduk dan melepas sepatu.
“Gossip B1A4 masuk koran. LIHATLAH !”Sandeul menyodorkan selembar koran.
‘Kekasih B1A4 ‘s Baro’ judul koran itu tampak mencolok. Aku melirik ke arah Baro. Baro menatapku tampak ingin dibela.
“Aaa.  Jadi Seo Joo Na ?”aku berlagak paling tahu.
“Jadi, Seo Joo Na ?”Jinyoung mendekatiku,
“Ya. Dia itu teman sekolahku. Hanya beda kelas. Kami juga pernah bertemu di café kan ?”tanyaku pada Baro.
“Oh, ya. Dia bilang dia ‘Jangan ikuti aku lagi’ begitu.. Apa kau mengikutinya Hyung ?”Baro menutup mulutnya rapat-rapat. Foto itu, ya. Tepat di depan Lee Ahn Oo Café. Saat Baro selesai menyatakan cintanya pada Shin Min Gi. Dia bertemu dengan Seo Joo Na tho. Ehm.. aku mengerti kini.
“Tapi aku memegang tangannya tidak sengaja.”Baro menunjuk fotonya yang memang sedang memegang tangan Seo Joo Na.
“Dia bukan kekasih Seo Joo Na hyung. Lagipula, apa salah berpacaran ?”aku membelanya sekarang.
“E. memang tidak salah. Tapi lihatlah bibir Baro. Haha XD”tawa Jinyoung pecah. Ah, lagi-lagi sandiwara.
“Bibirku seksikan ?”Baro tampak lega sekali. Dia memandangku. Dia ingin berterima kasih. Itu pasti.
Malam ini, Shin Min Gi akan bekerja. Aku harap dia tidak sakit. Bekerja di shift malam sangat melelahkan. Kuputuskan menelponya.
“Sayang. Kau bekerja ?”suaraku sengaja sangat pelan. Agar member lain tak mendengarnya.
“Sayang ? Ah, panggil saja Min Gi ! Ya, aku bekerja. Dan lihatlah, gossip Baro menyebar kemana-mana.”suara Shin Min Gi berubah. Lebih lemas dari biasanya. Aku lantas cemas. Kuintip Baro di sebrang tempat tidur. Dia sudah tidur. Aku akan ke café sekarang !
“Tunggulah, aku akan ke sana !”ujarku menutup telpon.
—–
 Di Café.
Author POV
Gongchan melangkah cepat ke arah café. Matanya tak bisa berhenti menatap setiap waiter yang lewat. Begitu menemukan Shin Min Gi, dia bergegas ke arahnya.
“I Love U”ucap Gongchan sambil memeluk Shin Min Gi. Shin Min Gi tak merespon. Saat Gongchan mau melepasnya, Min Gi ambruk. Peristiwa yang hampir sama seperti yang pernah Gongchan alami. Gongchan langsung menggotongnya ke mobil. Semua karyawan heran, dan curiga. Ada beberapa dari mereka memfoto adegan ini.
—–
 Di rumah sakit.
“Ya, dia terkena Maag”jawab dokter membuat Gongchan tambah panik. Gongchan langsung masuk ke ruangan Shin Min Gi. Dilihatnya Min Gi terpukai lemas di atas ranjang. Gongchan mendekat. Shin Min Gi masih memegang perutnya.
“Kau belum makan.”Gongchan membuat kesimpulan.
“Karena aku tak bisa berhenti memikirkanmu.”alasan Min Gi.
“Lupakan aku !”perintah Gongchan.
“Tidak. Aku tak mau.”Shin Min Gi terisak dalam tangisnya.
“Percuma kalau kau mencintaiku tapi mengorbankan dirimu seperti itu.”Gongchan kini tengah menahan tangis.
“Seperti katamu. Jadilah lilin yang akan selalu mengorbankan dirinya untuk orang lain.”Min Gi sesegukan.
“Tidak. Tak boleh ada pengorbanan untukku hingga seperti ini.”Gongchan membelai Min Gi.
“Apa karena aku, kau tak makan ?”Gongchan mulai menanyakan alasannya.
“Karena aku harus bekerja. Dan aku kadang lupa makan. Dan terus minum kopi.”penyebab sakit Min Gi terungkap.
“Tidak. Sudah kubilang jangan bekerja lagi!”Gongchan mulai pecah tangisnya.
“Aku harus bekerja Oppa. Demi kau !”
“Demi aku ?”Gongchan kini mulai menahan tangisnya.
“Aku tak mau kau malu karena kekasihmu ini seorang waiter. Jadi aku berusaha untuk naik pangkat, dengan bekerja keras.”Shin Min Gi terus memegang perutnya.
“Aku tak pernah malu. Lilin akan berlaku sama walau dinyalakan dengan korek semahal apapun. Dia akan sama. Menyala sama dengan bila dihidupkan dengan korek murahan.”Gongchan menghanyutkan perasaan Shin Min Gi.
“Kau belum mengobati tanganmu oppa ?”Min Gi mengalihkan pembicaraan agar tangisnya tak lagi turun.
“Iya, ah ! tak punya waktu.”jawab Gongchan melihat tangan kirinya yang melepuh hebat.
“Akan kuobati. Sebenarnya tadi aku ingin mengobatimu di café. Tapi aku pingsan duluan,”Min Gi mengeluarkan seperangkat kotak di tasnya. Gongchan reflek mendekat dan menengadahkan tanganya ke arah Min Gi.
“Huuuh ! Pasti perih.”Min Gi meniup luka itu perlahan.
“Memang. Ah.”Gongchan meringis menahan sakit.
“Berjanjilah untuk melupakan aku.”gerutu Gongchan.
“Iya. Aku akan melupakanmu !”jawab Shin Min Gi tersenyum.
“Dan ingatlah. Saat kau melupakanku, aku akan lebih mencintaimu.”Gongchan menyelimuti tubuh Shin Min Gi.
“Kalau begitu. Aku akan melupakanmu.”
Keesokan harinya.
            Gongchan POV
Ya, pagi ini aku akan menjemput Shin Min Gi. Dan takkan kuperbolehkan dia bekerja sebagai waiter lagi.
‘Kleeek’ kubuka pintu kamarnya dengan pasti. Shin Min Gi duduk di ranjangnya dengan lemas akhirnya membalas senyumku.
“Ayo putri ?”aku menuntunnya.
“Ah. Kau tahu. Aku bagai lilin yang patah jadi dua bagian sekarang. Sakit sekali.”ucapnya berpegangan ke bahuku.
“Tapi walau terpatah. Masih ada aku, sebagai sumbumu.”jawabku sedikir nggombal agar dia semangat lagi. Dia menepuk bahuku.
“Aih ! Gombal.”ucapnya seraya meremas hem-ku.
Sampailah di depan café. Min Gi memintaku mengantarkannya ke sana. Spanduk bertuliskan Lee Ahn Oo tertutup kain hitam. Pintu café tertutup. Semua pegawai ada di depan café. Seperti menyambut aku dan Min Gi.
“Café tutup.”sangkanya sedikit bersedih.
“Ah. Aku menyesal.”ucapku menggandengnya ke depan café.
Kain hitam ditarik oleh beberapa pegawai. Jeng jeng ‘Candle Café’, nama baru café itu. Min Gi melongo melihatnya.
“Oppa.”katanya meneteskan butir air mata.
“Ini untukmu. Kau bilang malu bila Cuma jadi waiter ? kini Café itu milikmu. Tepatnya milik kita.”Gongchan merangkul pinggul Min Gi.
“Oppa.”dia masih terbata-bata dan tak bisa menyusun kata-katanya.
“Terima kasih oppa.”akhirnya dia bisa mengatakannya.
“Tentu. Inilah ujung lilinnya.”aku kadang tak tahu yang kumaksud dengan ujung lilin.
“Maksudmu ini ? ujung lilinya”sambanya mengecup pipiku.
“Iya. Mungkin”aku berpikir keras. Kira-kira apa ya ujung lilinya.
-TBC-

About niehennys

just another girl.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s